Uang kuno seri dai nippon tahun 1944

Uang kuno seri dai nippon tahun 1944Seri Dai Nippon tahun 1944 hanya terdiri dari 2 nominal yaitu nominal 100 Roepiah dan nominal 1000 Roepiah yang tidak diedarkan. Mengenai bentuk dan spesifikasinya berikut ini penjelasan secara lengkapnya.

Uang Kuno Seri Dai Nippon Nominal 100 Roepiah

Pecahan 100 Roepiah Dai Nippon 1944 mempunyai warna coklat. Pada bagian depan bergambar sebuah rumah di tengah pepohonan dan pada bagian belakang terdapat gambar seorang petani dan sepasang kerbau. Dalam uang ini tidak terdapat tanda tangan dan tidak terapat teks undang-undang dan nomor serinya hanya tulisan SO.

100 Roepiah Pemerintah Dai Nippon

Sebagaimana yang telah diketahui kalau Jepang menginvasi banyak negara di wilayah Asia Pasifik. Setiap negara yang diduduki Jepang, Jepang mengeluarkan uang kertas yang mirip bentuknya. Tiap-tiap uang kertas tersebut nomor serinya diberi awalan (spesifik) sesuai nama negaranya, misalnya:

Di Malaya menggunakan huruf M, di Oceania huruf O, di Burma (sekarang Myanmar) huruf B, di Philipina huruf P, dan di Indonesia huruf S.

Yang diperlu dipertanyakan kenapa di Indonesia menggunakan huruf S?.

Mungkin ini alasannya: Jepang menginvasi negara Singapore dan Indoensia yang ketika itu kurang lebih dalam waktu yang sama namanya masih Netherlands Indies. Karena jarak antara Singapore ke Indonesia dekat, maka jepang membuatlah satuan mata uang yang nomor seri hurufnya sama. Karena itulah huruf yang digunakan prefiks S yang diambil dari huruf depan kata Singapore atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Shonanto.

Mungkin berikut ini adalah alasan kena Jepang tidak menggunakan huruf I (Indonesia) dikarenakan kemungkinan-kemungkinan berikut:

  • Dapat keliru dengan angka 1.
  • Ada kaitannya dengan kata Indies yang mengingatkan jaman Belanda.
  • Mungkin juga disiapkan untuk India (Karena jepang berniat meninvasi semua kawasan Asia).

Karena itulah semua uang penjajahan Jepang yang beredar di Indonesia diawali dengan hufu S.

Tanda air/ Watermark:
Dalam beberapa variasi nominal 100 Roepiah ataupun 1000 Roepiah mempunyai tanda air dengan gambar bunga kiri yang tersebar di semua permukaan kertas uang. Bunga kiri atau Paulowina merupakan sebuah bunga yang harum semerbak dan banyak digunakan sebagai lambang kejayaan para pemimpin Jepang waktu itu. Sampai sekarang pun bunga kiri dijadikan sebagai lambang resmi oleh Perdana Menteri Jepang.

Bunga kiri ,Lambang Perdana Menteri Jepang

 

Bunga kiri

 

Tanda air bunga kiri yang tersebar di semua permukaan kertas

VARIASI

Berdasarkan Katalog Uang Kertas Indonesia (KUKI) variasi 100 Roepiah Dai Nippon dengna labal 1944 H-164 100 Roepiah, terdiri atas:

a. Cetak dalam, bertanda air.
b. Cetak rata, tidak bertanda air, benang pengaman.
c. Tanpa huruf.
d. Huruf tebal, tanpa bertanda air (palsu).

Berdasarkan katalog Pick, yang berlabel nomor urut 126 ini mimiliki variasi:

PEMERINTAH DAI NIPPON THE JAPANESE GOVERNMENT 1944-45 ND ISSUE
126 100 Roepiah
ND (1944-45). Brown-violet and dark green. Plate letter S prefix.
Hut under trees on a shore at center.
With Indonesian text: Pemerintah Dai Nippon (The Japanese Government).
Back: Red-brown. Farmer in stream with two water buffalo at center.
a. Engraved face. Standard kiri-flowers watermark.
b. Lithographed face, paper without silk threads, block letters SO sans serif, 4mm.
Without watermark.
c. Lithographed face, paper with silk threads, block letters SO not sans serif, 4mm.
Without watermark.
r. Remainder, without block letters SO.
s. As a. Specimen with overprint: Mi-hon. SPECIMEN on back.
Note: Deceptive counterfeits of #126b exist.

Katalog manapun yang digunakan, pada intinya uang ini mempunyai 4 variasi yaitu:

  1. Watermark atau tanda air bunga kiri.
  2. Tidak terdapat tanda air namun terdapat benang pengaman.
  3. Tidak terdapat tanda air maupun benang pengaman (palsu).
  4. Specimen, terdapat stempel warna merah bertuliskan Mi Hon (sample)

Sedangkan variasi dengan tanpa nomor seri mungkin adalah versi proof, unfinished atau misprint.

Variasi Specimen, Lihat stempel Mi Hon, perforator dan Specimen pada sisi belakang

Variasi palsu, Lihatlah ketajaman gambar dan huruf SO yang tebal

Uang Kuno Seri Dai Nippon Nominal 1000 Roepiah

Pecahan 1000 Roepiah Dai Nippon 1944 gambarnya sama seperti nominal 100 tetapi yang membedakan ialah warnanya hijau. Mempunyai watermark bunga kirim yang mirip dengna nominal 100 Roepiah. Nominal 1000 Roepiah ini nomor serinya SA. Untuk nominal 1000 Roepiah ini tidak sempat diedarkan, mungkin disebabkan karena Jepang keburu sudah kalah waktu itu, sehingga uang ini seringkali ditemukan dlaam keadaan yang sangat baik.

Pemerintah Dai Nippon Nominal 1000 Roepiah

VARIASI :

Berdasarkan Katalog Uang Kertas Indonesia (KUKI) :

H-165 1.000 Roepiah Tidak beredar.
a. 2 huruf/block letters SA.
b. Specimen.

Berdasarkan Katalog Pick, uang bernomor urut 127 ini tertulis keterangan :

127 1000 Roepiah
ND (1945). Blue-green and purple. Plate letter S pefix.
Pair of oxen pulling cart at center. Lithographed face.
With Indonesian text: Pemerintah Dai Nippon (The Japanese Government).
Back: Dark green. Farmer in stream with two water buffalo at center.
Watermark: Standard kiri-flowers.
a. Issued note.
s. Specimen with overprint: Mi-hon.

Variasi yang ditemui selain issued note yaitu specimen dengna stempel Mi Hon (Sample) dalam hufuf Jepang. Namun perlu diperhatikan juga keaslian stempel tersebut. Mungkin juga ada oknum yang ingin menaikkan harganya dengan memberikan stempel. Karena dengan stempel harganya cukup signifikan. Untuk itulah perhatikan baik-baik stempelnya.

Nominal 1000 Roepiah specimen Mi-hon

Dari penjelasan Uang Kuno Seri Pemerintah Dai Nippon tersebut dapat disimpulkan:

  • Seri Pemerintah Dai Nippon terdiri 2 pecahan yakni 100 Roepiah dan 1000 Roepiah yang tidak diedarkan.
  • Nominal 100 terdiri beberapa variasi dan sulit untuk ditemukan dalam kondisi yang baik.

uang kuno seri dai nippon

Sumber :

Baca juga artikel uang kuno Seri Half Gulden De Japansche Regeering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *